Sosialisasi Relokasi PKL yang ada di Kawasan Kota Pusaka Lasem Wil. Kecamatan Lasem.*

A. Pada hari Jum’at tanggal 20 Mei 2022 Jam 07.30 Wib sd 11.00 wib di Pendopo Kecamatan Lasem telah dilaksanakan giat Sosialisasi Relokasi PKL yang ada di Kawasan Kota Pusaka Lasem Wil. Kecamatan Lasem yang diikuti 50 orang.

B. Hadir dalam giat sbb:
1. Asisten dua Setda Kabupaten Rembang diwakili Wahyu Dian Trihartanto, St. MT
2. Kepala Dindagkop UMKM Rembang, M. Mahfudz,SH.,MH
3. Kasat Pol PP Kabupaten Rembang Sulistiyanto
4. Perwakilan Dishub Rembang
5. Camat Lasem Abdur Rouf, S.TP.,M.Si
6. Kapolsek Lasem Iptu Arif Kristiawan, SH.,MH
7. Kabid Pasar, Setyo Budi Hutomo.
8. Kepala desa Sumbergirang Edi Sumarmo
9. Ketua Paguyuban PKL Eyang Sambu Budi Santoso.

C. Sambutan-sambutan:

*1. Asisten dua Setda Kabupaten Rembang diwakili Wahyu Dian Trihartanto, St. MT*

– Terimakasih kepada camat Lasem yg telah memfasilitasi kegiatan sosialisasi ini.

– mohon maaf bp. Asisten dua tidak dapat hadir sehingga mewakilkan kepada kami.

– Saat ini yang dilaksanakan baru tahap satu, alun alun,mesjid jami dan pecinan, namun skala besarnya akan meliputi 6 desa yaitu Kauman Karangturi, Sumbergirang, Babagan Soditan dan Gedongmulyo ,dan penataan ini tidak hanya itu saja namun ada gerbang timur dan prau kuno

– dari pelaksanaan pekerjaan ini terkendala dengan adanya parkir dan pedagang untuk itu kami dari pemerintah kabupaten untuk mendukung pekerjaan tersebut kami membuat edaran untuk penataan pedagang, parkir dan lalulintas dan nanti akan disampaikan oleh dinas terkait.

– tentang relokasi ini gambaran kami nanti ya ruas jalan tudak menjadi yang terpusat namun merata di daerah tadi dan nanti akan diatur lagi dengan peraturan bupati yang telah dibahas di asisten satu.

*2. Kepala Dindagkop UMKM Rembang, M. Mahfudz,SH.,MH*

– Syukur Alhamdulillah kita masih diberi keselamatan dan kesehatan sehingga bisa berkumpul di Pendopo Kecamatan Lasem ini untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi dan Surat Edaran Bupati tentang Penertiban pedagang kaki lima.

– Dalam giat ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang penataan kota Lasem karena kita paham betul yg kita lakukan ini ada ditengah kegiatan jenengan para pedagang kaki lima.

– Banyak hal yang harus kita lakukan bersama untuk mempercepat kota pusaka untuk mewujudkan kota pusaka yg tertib indah rapi untuk menarik wisatawan dan pelestarian cagar budaya.

– Berkaitan dg ini kami mengundang PKL yang ada dikawasan Kota Pusaka, agar bisa mengikuti kebijakan pemerintah tentang penataan kota pusaka, dari data kami jalur Pantura ada 25 pedagang, sedang jl eyang sambu ada 40 dan data ini kami harus validkan untuk relokasi dan ini akan kita sampaikan.

– Pedagang kita dorong untuk berdagang ditempat yang kita siapkan, dari spes yang kita rencanakan seijin bupati adalah perempatan jamu Jago keselatan yaitu dari jamu jago sampai pasar Jolotundo itu yg bisa digunakan untuk jualan dan kami bagi untuk tipe A untuk pedagang makanan yang menyediakan makan ditempat ada 39, ukuran tempat akan kita samakan maksimal 5×2 M , Untuk pedagang gerobak makanan ringan)tidak menyediakan makan ditempat masuk tipe B dengan luas 2,5x 2 M.

– untuk jamu Jago sampai Kumendung akan kita bagi dua untuk makan nasi kita arahkan satu tempat, dan untuk makanan ringan atau gerobak kita gunakan salah satu sisi lain agar lebih rapi, untuk yg tidak kebagian kita arahkan lompat jembatan namun satu sisi saja.

– dalam menempati spes harus memperhatikan jalan rumah jangan ditempati dan jangan menempati trotoar yg sudah ada rumah yg jualan atau warung kita harus hargai yg punya hak yg lebih legal kami mohon kesadaran.

– kita tidak membatasi waktu jualan kami mohon diatur sendiri yg ada aplusanya kita sama-sama berbagi agar kita bisa optimal penggunaannya dan ini mulai berlaku saat ini, nanti paguyuban menata dengan petugas kami agar memudahkan kami dalam koordinasi.

– untuk kawasan pantura kita dorong mulai perempatan nasriyah ke utara tp kami titip pesan jalan rumah gang toko jangan ditempati agar lasem tetap kondusif,mari kita jaga siatuasi Lasem kita sama -sama saling menghargai agar bisa jalan semuanya.

– Sebelah barat kita dorong sebelah barat jembatan bagan sialahkan digunakan namun untuk permainan karena memerlukan tempat yg luas serta mempertimbangkan keamanan bagi anak kami tidak bisa mencarikan tempat.

– Karena Lasem sudah jadi kota pusaka kita harus lebih ramah kepada para wisatawan agar merasa nyaman dan memberikan kesan yang baik kepada wisatawan.

*3. Camat Lasem Abdur Rouf, S.TP.,M.Si*

– Alhamdulillah kita bisa berkumpul di pendopo Kecamatan Lasem dalam acara sosialisasi pedagang kaki lima Lasem.

– Rata-rata sudah paham mengenai pergeseran pedagang ini untuk , harapan kami dari kecamatan jangan punya angan-angan tidak baik namun harus semangat agar tahap selanjutnya bisa berjalan, kita positif tingking mari kita kompak sambut niat baik dari pemerintah pusat.

*4. Dishub Rembang*

– Bapak ibu semua disamping dari Diindakop dan Satpol PP yg punya tugas berat Dishub juga karena terkait lalulintas dan parkir sehubungan dengan belum jadi jalur lingkar rembang.

– Kami sampaikan dikawasan kota pusaka Lasem sesuai analisa mewajibkan tidak boleh parkir dikawasan wisata kecuali yg telah di sediakan di bawah pasar bagan dan ini sangat berat, mohon nanti saat penggunaan spes agar tetap dikasih spes untuk parkir sehingga lalulintas tidak terganggu, nanti akan dibangun pos jaga di perempatan masjid lasem.

– untuk kendaraan berat dari barat lewat clangapan dan yang dari timur dari pandangan sesuai hasil rapat yang telah dilaksanakan.

*5. Kasat Pol PP Kabupaten Rembang Sulistiyanto

– Dari Satpol cuma berharap untuk laksanakan dengan baik karena kita membawa nama baik Lasem, kami doakan agar para pedagang semakin laris dan barokah karena dg adanya pembangunan ini adalah daya tarik untuk Lasem.

– Pergeseran ini hanya sedikit maka dan masih dekat dengan kota pusaka, nanti pergeseran dirembuk yang baik dan kita akan bantu kita laksanakan bersama dengan kami sehingga kegiatan berjalan lancar , nanti laksanakan dengan tertib.

– Kami dari satpol berubah mensetnya kami akan melakukan dengan persuasif dan kami lakukan sosialisasi dahulu, karema menset kami berubah kami mitra kerja jenengan mari kita sama-sama jaga kekompakan yang positif., Kami akan bersama-sama turun lapangan dengan Tim Patroli.

D. Tanya jawab

*1.Ketua paguyuban Bp. Budi*

– untuk aturan kami juga mendukung namun harus konsisten jangan cuma sebulan dua bulan selesai, kami sangat mendukung penataan ini.

– dijalan jago keselatan juga ada gerobak yg nempel tembok mohon ditertibkan, dan kami mohon petunjuk lagi yang tidak boleh digunakan gang kecil bisa digunakan atau tidak.?

– Kita punya anggota yg usaha mainan mohon solusinya, apa boleh kami di belakang masjid, untuk tambahan wahana agar menarik wisatawan.

*2. Ibu Khoir pedagang*

Mohon diperbolehkan untuk jualan ditempat kota pusaka Lasem, seperti alun-alun masih boleh digunakan.?

*3. Hendara*

– Kami berharap kita tatep di kota pusaka agar dan menjadi daya tarik wisatawan, dan buatkan stan yang menarik.

E. Jawban

*1. KA Dindagkop UMKM Rembang, M. Mahfudz,SH.,MH*

– Kita akan riset tata ulang , dan tembok kita tertibkan agar kesan kumuh tidak muncul dikawasan kota pusaka, area yg tidak digunakan yaitu kota pusaka yaitu alun-alun , Masjid dan kita akan tata semua karena ini sudah jadi komando atas nati kita juga rencana pedagang alun-alun digeser ke taman kartini ini hanya soal waktu pelaksanaannya dan ada kawasan zona merah salah satu kota pusaka dan alum alun.

– Kawasn sumur kepel gang kecil adalah kewenangan dari desa, kami tidak tidak berani mengambil kewenangan desa tapi kami berharap desa tetap sinergi dengan kami.

– untuk mainan kami tidak bisa mengijinkan di badan jalan karena faktor keamanan namun kalau mau difasilitasi kami berikan di terminal namun mulai malam tidak bisa siang karena masiih digunakan, Kalau yang di belakang masjid kewenangan takmir.

– Pedagang baru Kewenagan paguyuban kalau ada memungkinkan silahkan namun kalau mengganggu pedagang lama ya tolong dipertimbangkan,

*2. Takmir masjid*

– Kami tidak bisa mengijinkan untuk belakang masjid digunakan karena itu untuk parkir para peziarah dan sewaktu-waktu digunakan bentuk giat keagamaan.

*3. Kades sumbergirang*

– Sebenarnya saya juga kasihan untuk para pedagang makanya nanti kami akan tata pedagang di wilayah sumbergirang dengan dana desa untuk tahun depan dengan pengadaan tenda seragam agar rapi dan saya berusaha untuk menata agar rapi, ini juga ada info dari tionghua mau buat ruko dengan harga murah nanti pedagang bisa memanfaatkan

*4. KBO Sat Lantas Polres Rembang Ipda Rudi*

– Intinya kami dari Sat Lantas mendukung namun secara detail kami mengharap pos harus diadakan kaitannya dengan pelayanan masyarakat agar lebih maksimal

– mengenai jalur pengalihan jalur dari calngapan maupun dari Kragan, kami mengusulkan untuk yang dari barat clangapan kami menghimbau untuk diperlebar untuk manufer dan untuk clangapan sampai koramil Pamotan kelas jalanya mohon ditingkatkan karena tidak layak untuk kendaraan berat , mohon yang punya kewenangan, sedang yang dari timur ada di sedan tugu jam diperlukan manufer lebih luas.

 

SOSIALISASI RELOKASI PKL KAWASAN KOTA PUSAKA LASEM

Navigasi pos


Satu tanggapan untuk “SOSIALISASI RELOKASI PKL KAWASAN KOTA PUSAKA LASEM

  1. Bagaimana dengan delman/dokar?
    Apakah tetap bisa lewat jalur inti Kota Pusaka atau dialihkan, otomatis harus dipertegas juga ttg akses kotoran kuda yang sewaktu-waktu keluar.
    Penampung kotoran harus dibuat serapi mungkin hingga kotoran tidak jatuh bebas di jalan, apalagi pas jalur utama.
    Juga kadang masih ada yang parkir di perempatan (lampu merah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.